April 25, 2007

Distro Linux untuk warnet, Zencafe 1.0 has been released

Filed under: Uncategorized
Distro Linux untuk warnet, Zencafe 1.0 has been released

Sedikit informasi buat bahan pertimbangan temen-temen yang ingin menggunakan Zencafe sebagai OS replacement di warnetnya.

Apa itu Zencafe?
Zencafe adalah OS replacement yang dibuat untuk mengoptimalkan penggunaan PC pada warnet. Secara garis besar, warnet berhubungan langsung dengan user/pelanggan. Semakin cepat sistem operasi yang
digunakan, semakin aman sistem operasi yang digunakan (seperti bebas virus, spyware dan lainnya) akan mempengaruhi kenyamanan dan tentunya user/pelanggan akan semakin senang untuk main ditempat kita.

Kenapa Zencafe?

Pertanyaan ini sebenarnya sudah terjawab pada pertanyaan sebelumnya, Zencafe didisain sedemikian rupa untuk digunakan pada komputer warung internet yang berhubungan langsung dengan user/pelanggan. Hampir semua kebutuhan user (harap dicatat bahwa Zencafe lebih berorientasi untuk berinteraksi dengan user warnet, bukan op warnet) sudah tercakup didalam Zencafe. Kemampuan auto detect Flashdisk, kecepatan loading, aplikasi terbaru (untuk aplikasi adalah aplikasi versi terakhir yang telah keluar pada saat Zencafe dibuat) dan user interface yang user friendly (no offensive, Zencafe tidak dibuat untuk semirip mungkin dengan Windows, Zencafe dibuat untuk memudahkan user Windows untuk bermigrasi ke Linux, Jadi ada sedikit perbedaan antara user friendly ini dengan windows friendly, kemiripan Zencafe dengan Windows lebih karena faktor user friendly nya, bukan karena interface windowsnya.)

Apa yang disarankan tidak dilakukan untuk Zencafe?

Karena Zencafe lebih berorientasi untuk berinteraksi dengan user warnet, tentunya banyak aplikasi yang "kurang" dibutuhkan tidak di masukkan secara default. Sebagai contoh masalah kemudahan akses file
antar jaringan, karena pada dasarnya Zencafe menggunakan XFCE (dari pengalaman yang ane alami, KDE atau GNOME jauh lebih baik dengan fungsi "smb://"nya dibandingkan dengan FuseSMB yang ada di Zencafe. Namun asumsi yang dijadikan dasar adalah user tidak berurusan dengan transfer file antar jaringan, administrator/operator yang melakukannya, sehingga kurang tepat apabila harus mengorbankan
kecepatan Zencafe dengan menjadikan KDE atau GNOME sebagai interface, kecuali untuk digunakan pada komputer admin/operator.) Jadi kesimpulannya apabila anda membutuhkan desktop yang harus berinteraksi
dengan tranfer file dan bukan sekedar mensharing direktory yang ada (pada warnet biasanya fungsi ini adanya di komputer admin/operator), ane rasa kurang tepat untuk menggunakan Zencafe polos tanpa installasi KDE/GNOME apabila anda ingin menggunakannya pada komputer admin/operator. Tapi apabila sekedar untuk digunakan untuk desktop klien dan kebutuhan transfer filenya hanya sedekar sharing file
mubazir apabila harus mengorbankan kecepatan yang dimiliki Zencafe dengan menginstall KDE/GNOME.

Walaupun karena faktor kecepatan yang dimilikinya memungkinkan untuk menggunakan Zencafe sebagai PC router/server, namun distro ini tidak di optimisasi untuk berjalan sebagai PC router/server, karena untuk dapat melakukannya anda membutuhkan banyak aplikasi yang tidak secara default terinstall didalam Zencafe. So, sangat tidak disarankan untuk melakukan hal ini, kecuali anda sudah cukup mengenal Linux dan konsep jaringan yang ada didalamnya.

Zencafe sangat tidak disarankan untuk berinteraksi dengan sistem operasi Windows. Walaupun bisa (dan ditambah dengan bantuan interface KDE/GNOME dan tambahan aplikasi lainnya untuk mempermudah interaksi ini yang bisa didonlot dengan netpkg) namun Zencafe lebih dioptimisasi untuk penggunaan khusus warnet Linux. So, saran saya silahkan menggunakan Zencafe dengan menyandingkannya dengan Windows, tetapi saya sangat tidak merekomendasikannya. Zencafe tidak didisain sebagai sistem operasi alternatif untuk membawa kebiasaan Windows ke Linux, melainkan sistem operasi replacement yang menanamkan kebiasan Linux di user Windows.

Zencafe tidak disarankan untuk digunakan sebagai sistem operasi untuk Gamecenter yang dapat menjalankan game-game seperti Ragnarok, RYL dan sebagainya. Zencafe bisa digunakan sebagai sistem operasi Gamecenter, tapi game yang digunakan BUKAN game-game yang anda temui selama ini di
"Windows". So, buang jauh-jauh pikiran anda untuk menanyakan tentang bagaimana menjalankan game-game tersebut diatas.

Ane harap sedikit banyak informasi ini bisa memberikan gambaran tentang Zencafe, sehingga bisa mempermudah anda untuk memanfaatkan Zencafe sebagai sistem operasi replacement di warnet anda. Goodluck.

Please use Zencafe on your risk. This is open source distro, don’t expect suppport too much, Sistem operasi yang bayar aja ga terlalu bisa diharapin supportnya pa lagi yang gratis. jangan salahkan Zencafe
apabila terjadi apa-apa di warnet anda dan tiba-tiba warnet anda kebanjiran user yang pada pengen menggunakan Zencafe. Hal pertama yang harus anda lakukan pada saat menemui masalah dengan produk-produk open source adalah "googling" klo ga ketemu liat-liat keforum produk tersebut, klo ga ketemu juga baru deh tanya sana sini, jangan baru nemu masalah langsung nanya (mending klo nadanya kalem, maen vonis? wew. ane yakin kok temen-temen yang baca ini ga termasuk). Himbauan ini bukan terbatas untuk Zencafe saja, tapi kepada semua produk open source, kesian kan yang bikin, mending klo mereka dapet duit buat beli rokok atau jajan dari anda, mereka tentunya ga bisa 100% fokus di situ, klo mikirin itu mulu yang ga da duitnya gmn dapur mo ngebul. udah gitu masih dibebani pula ma masalah yang sebenarnya bisa dicari pake google. CMIIW.


A. Hardiena
www.ahardiena.uni.cc
www.awali.org

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://aw4nk.blogsome.com/2007/04/25/distro-linux-untuk-warnet-zencafe-10-has-been-released/trackback/

  1. Lho mas ente, dan kawan-kawan kalo mau dikenal, ya jangan possesive gitu lho, apa ente sakit hati kalo ada user yang nuntut ente supaya lebih mudah ngopersikannya, yoo wajar lhooooo, kalo mau dikenal seperti konsep global market, yoo ente harus tebuka seperti konsep GPL ente, gak harus emosi, toh mereka kenal komputer yaa dari window, bukan dari GPL, itu harus dihargai, apa lupa konsep yang dbawa Syech Siti Jenar, kalo mau bisa diterima masyarakat yang kita da;wahi yaa harus menyatu duluuuuuuu trs kita ajak mereka untuk sama-sama mbangun GPL. ojok koyok ngono, da’wa model apa kalo seperti itu. dan tetap harus diingat mereka yang mayoritas kenal komputer itu dari windows, closed source bukan dari ente, meski sekarang aku udah migrasi ama linux aku tetep masih menghargai mereka yang nuntut interface mirip ama windows, yaaaaaa…… belajar dong sistem market yang bagus biar GPL ente jadi hueeebat!!!!!!!!!!!!, sori yaaa

    Comment by Arif — March 16, 2008 @ 4:27 pm

  2. awank jangan sombong jadi orang…masa ada orang mo tanya tentang linux jawabnya “Belajar sendiri” jadi orang jangan sombong ya di atas langit masih ada langit..baru punya ilmu gitu doank belagu….sombong lo

    Comment by sheryl — June 12, 2008 @ 1:55 pm

  3. sheryl sebaiknya anda mencoba dulu baru bertanya. jangan ujug-ujug ngatain orang belagu. kalo kaga mau repot ye udeh pake windows aje…ribet banget sih…. harusnye makasih ama awank, biar gitu-gitu die udeh bisa bikin distro sendiri….pantesan kaga maju maju dah indonesia…ribut mulu padaan…sirik aje bawaannya…. mampus aja dah mendingan

    Comment by paijan,M.Sc — July 2, 2008 @ 11:36 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.