August 26, 2007

Dihadiahi keranda mayat

Filed under: Uncategorized
Dihadiahi keranda mayat
 
MUARADUA – Panggung kehormatan dan ribuan penonton Pawai pembangunan di Kabupaten OKU Selatan dibuat geger. Tanpa direncanakan dan masuk agenda peserta pawai, ada terselip peserta yang membawa keranda jenazah. Keranda tersebut sebagai ”hadiah” untuk unsur pimpinan daerah (muspida) OKU Selatan, menandakan ”matinya” penegakan hukum di sini.
Segelintir peserta pawai sukses berhasil “menghadiahi” keranda mayat itu. Pawai yang seharusnya menciptakan suasana sukacita secara drastis langsung berubah menjadi suasana ”berkabung” akibat ulah para peserta pawai yang membawa keranda jenazah ini.

Peserta yang nyeleneh hadir dalam pawai pembangunan tersebut berasal dari Kampung Jati, Kelurahan Muaradua. Disengaja atau tidak mereka mengusung tema yang lain dari biasanya. Berjumlah puluhan dengan didominasi anak-anak kecil serta  memakai pakaian serba hitam. Lebih mengejutkan lagi  mereka menggelar spanduk dengan nada kecaman menyudutkan pemerintah daerah.
Bentangan spanduk yang bertuliskan kata-kata seperti permasalaha PNS dan TKS yang sering keluar pada jam kantor, atau dana BOS yang lenyap karena ditilep orang tidak bertanggung jawab, kasus BKD yang tidak jelas penyelesainnya dan pusat perkantoran yang letakknya jauh di hutan rimba, marak digelar didepan unsur muspida tersebut. Aksi itu sendiri diiringi lagu Indonesia Raya dengan nada diperlambat.
Mereka menggelar “aksi” di depan unsur muspida serta tidak lupa meletakkan keranda kematian bewarna hitam. Sebagai tanda sudah matinya hukum dan peraturan daerah serta menaburkan bunga kematian dihadapannya. Aksi yang menyentil ini tentu saja merubah suasana yang ada. Para penonton pun  larut dalam suasana berkabung, jauh dari kesan suasana gembira yang seharusnya ditampilkan dalam pawai pembangunan.
Peristiwa itu berlangsung cukup lama hingga membuat unsur muspida seperti hilang selera, melihat tontonan yang pantas di gelar untuk aksi demo bukan ditempat pawai pembangunan. Masyarakat pun  banyak mempertanyakan atraksi seperti itu bisa dimasukkan dalam pawai pembangunan. ”Itu tidak pantas ada dipawai seperti ini. Disinikan kita ingin gembira bukan ngelayat orang mati. Ini ’kan  pawai pembangunan jangan disalah gunakan dong. Nggak enak dihadapan bupati yang sengaja datang dan berbaur kemasyarakat untuk bergembira” kecam salah satu warga yang menyaksikan rangkaian kegiatan itu.  
Namun secara keseluruhan pawai pembangunan di OKU Selatan berlangsung meriah dan semarak. Terlepas dari peserta Kampung Jati tersebut. Ratusan ribu masyarakat dari berbagai pelosok wilayah turut hadir menyaksikan acara tahunan ini. Unsur muspida yang turut hadir meyaksikan acara tersebut  Bupati OKU Selatan H Muhtadin Sera’i, Wakil Bupati Drs H Wancik Rasyid, sekda M Ardin Bachtiar SH, Kapolres AKBP Muhklis SIk, dan Wakil Ketua DPRD Usman MU. Mereka larut dalam dalam euforia sukacita.
Berbagai aktraksi menarik ditampilkan dalam pawai pembangunan ini. Seperti marching band, ibu-ibu hamil di tengah jalan dan mobil-mobil hias satu persatu melintasi panggung kehormatan. Selain itu pawai pembanguan kali ini benar-benar milik masyarakat karena pesertanya bukan hanya dinas dan kantor. Tapi masyarakat umum pun ikut berpartisipasi didalamnya. (OKES)

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://aw4nk.blogsome.com/2007/08/26/dihadiahi-keranda-mayat/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.