April 30, 2008

Beda pemimpin jaman dahulu sama sekarang…

Filed under: Uncategorized
Beda pemimpin jaman dahulu sama sekarang… 
 
Hidayatullah.com– Sesaat setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam wafat, 
kaum Muslimin segera mencari pengganti untuk melanjutkan kepemimpinan 
Islam. Ketika itu Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu memegang tangan 
Umar bin Khaththab Ra dan Abu Ubaidah bin Jarrah Ra sambil mengatakan 
kepada khalayak, “Salah satu dari kedua orang ini adalah yang paling tepat 
menjadi khalifah. Umar yang dikatakan oleh Rasulullah sebagai orang yang 
dengannya Allah memuliakan Islam dan Abu Ubaidah yang dikatakan Rasulullah 
sebagai kepercayaan ummat ini.” 

	
Tangan Umar gemetar mendengar kata-kata Abu Bakar itu, seakan ia 
kejatuhan  bara yang menyala. Abu Ubaidah menutup mukanya dan 
menangis dengan rasa  malu yang sangat. Umar bin Khaththab lalu berteriak, 
“Demi Allah, aku lebih suka dibawa ke depan lalu leherku ditebas walau tanpa dosa, 
dari pada diangkat menjadi pemimpin suatu kaum dimana terdapat Abu Bakar.” 
Pernyataan Umar ini membuat Abu Bakar terdiam, karena tidak mengharapkan 
dirinya yang ditunjuk menjadi khalifah. Dia menyadari dirinya sangat lemah 
dalam mengendalikan pemerintahan.
 
Tidak setegas Umar, dan tidak sebijak Abu Ubaidah. Tapi akhirnya pikiran 
dan perasaan semua orang terarah kepada Abu Bakar. Karena dialah 
sesungguhnya yang paling dekat ditinjau dari berbagai aspek untuk 
menduduki jabatan khalifah yang teramat berat ini. Seabrek alasan dapat 
dikemukakan untuk menunjuk Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dialah yang dianggap 
paling dekat dengan Rasulullah dan paling kuat imannya sesuai pernyataan 
Nabi, “Kalau iman seluruh ummat Islam ditimbang dengan iman Abu Bakar, 
maka lebih berat iman Abu Bakar.” Maka terangkatlah Abu Bakar sebagai 
khalifah pengganti Nabi Saw. Saat pertama kali Abu Bakar menginjakkan 
kaki di mimbar Rasulullah, ia hanya sampai pada anak tangga kedua 
dan duduk di situ tanpa berani melanjutkan ke anak tangga berikutnya, 
sambil berpidato, “Wahai sekalian manusia. Sesungguhnya aku diangkat 
menjadi pemimpin kalian, tapi aku bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. 
 
Jika aku berbuat   baik maka bantulah aku. Dan jika aku berbuat kesalahan
maka luruskanlah aku. Ketahuilah, sesungguhnya orang yang lemah di antara 
kalian adalah orang yang kuat di sisiku, hingga aku berikan hak kepadanya. 
Taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka jika aku
durhaka,  janganlah kalian taat kepadaku. ”Sang khalifah berusaha menjaga 
wibawa kepemimpinan. Tapi dalam kedudukannya sebagai seorang pemimpin 
dia berusaha meyakinkan orang yang di bawah kepemimpinannya bahwa jabatan 
adalah amanah yang menuntut tanggung jawab, bukan penguasaan. 
 
Penguasa adalah satu orang di antara ummat, bukan ummat dalam satu orang. 
Abu Bakar tidak menginginkan karena jabatan, dia jadi jauh dengan ummat. 
Sebaliknya, dia ingin semakin dekat dengan mereka. Terhadap ketentuan 
Nabi dia menyatakan, “Saya lebih rela diterkam serigala daripada merubahnya.” 
 
Demikianlah gambaran ketegangan yang terjadi pada waktu pemilihan jabatan. 
Semua orang menolak jabatan, padahal kapasitas para sahabat sangat memadai 
untuk memegang kekuasaan. ***  Ketika Abu Bakar wafat, Umar bin Khaththab 
disepakati tampil sebagai pengganti. Umar yang memegang amanah selama 
dua pelita (10 tahun) 6 bulan dan 4 hari berhasil menggurat sejarah yang merubah 
peta dunia.
 
Lelaki perkasa yang digambarkan kekuatannya saat menentang Islam di zaman 
jahiliyah sama dengan kekuatan seluruh kaum Quraisy, telah tampil dengan 
perkasa pula di zaman Islam membela kebenaran, membayar dosa-dosa 
jahiliyahnya. Dia larutkan dalam pengabdian mewujudkan pemerintah yang 
bersih dan bertanggung jawab. Kontrolnya berjalan efektif, sehingga seluruh 
rakyatnya tidak ada yang luput dari perhatiannya. Ketika penduduk pinggiran 
kota kena paceklik, Umar sendiri yang memikul gandum dipundaknya, lalu 
mengantarkan ke rakyatnya yang tengah dilanda kelaparan. Lalu penduduk 
itu segera dipindahkan ke kota untuk mempermudah pemantauannya. 
Suatu malam di kota Madinah kedatangan kafilah yang membawa barang 
dagangan. Diajaknya Abdurrahman bin Auf menemani penjaga 
kafilah itu semalam suntuk. Tapi tidak jauh dari tempat kafilah itu ada 
bayi yang selalu menangis, tidak mau diam. Umar berulangkali menasihati 
bahkan memarahi ibunya karena tidak dapat mendiamkan anaknya. Ibu 
sang anak itu lalu berkomentar bahwa, “Inilah kesalahan Umar karena 
hanya anak yang tidak menyusui yang diberi tunjangan, sehingga anak 
yang usianya baru beberapa bulan ini terpaksa saya sapih.” Umar sangat 
terpukul mendengar kata-kata ibu itu. Ketika menjadi imam shalat Subuh, 
bacaan ayatnya tidak jelas karena diiringi tangis. 
 
Usai shalat langsung diumumkan bahwa seluruh anak kecil mendapat 
tunjangan dari baitul mal, termasuk yang masih menyusu. Tegas dan 
Sederhana Prinsip ketegasan dan kesederhanaan dipegang kuat oleh 
Umar. Para gubernur yang bertugas di daerah cukup kewalahan dengan 
sikap itu. Pernah Amru bin Ash, gubernur yang sangat berjasa 
menaklukkan Mesir, diberi hukuman cambuk karena seorang rakyat Mesir 
melapor bahwa dirinya pernah dipukul sang Gubernur. Orang yang melapor 
itu sendiri yang disuruh memukulnya. Pernah juga Abdulah bin Qathin, seorang 
gubernur yang bertugas di Hamash, dilucuti pakaiannya lalu disuruh menggantinya 
dengan baju gembala, kemudian disuruh menggembala domba beberapa saat. 
Sebelumnya ada yang diperintahkan membakar pintu rumahnya, karena salah 
seorang rakyatnya bercerita setelah ditanya oleh Umar tentang keadaan 
gubernurnya. Dia menjawab, “Cukup bagus, hanya sayangnya karena dia mendirikan 
rumah mewah.” Kemudian gubernur itu disuruh memasang kembali bajunya dan dipesan, 
“Kembalilah ke tempat tugasmu tapi jangan berbuat demikian lagi. 
 
Saya tidak pernah memerintahkan engkau membangun rumah besar ,” tegas Umar. 
Sebaliknya, terhadap gubernurnya yang sederhana, Umar sangat sayang. Seperti yang 
dilakukannya terhadap Sa’ad bin Al-Jamhi yang diprotes rakyatnya karena selalu 
terlambat membuka kantornya, tidak melayani rakyatnya di malam hari dan tidak 
membuka kantor sehari dalam seminggu. Itu dilakukan karena Sa’ad tidak memiliki 
pembantu sehingga dia membantu istrinya membuatkan adonan roti. Nanti setelah 
adonan itu mengembang, barulah berangkat ke kantor. Sa’ad tidak melayani rakyatnya 
di malam hari karena waktu itu digunakan untuk bermunajat dan memohon ampunan 
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan sengaja tidak membuka kantor sehari dalam 
seminggu kecuali di sore hari karena ia harus mencuci pakaian dinas dan menunggu 
hingga kering. Kalau di zaman sekarang,  model kepemimpinan seperti ini mungkin 
dianggap tidak efektif. 
 
Orang menyebutnya manajemen tukang sate, yakni harus mengiris daging sendiri, 
menusuk sate, dan membakarnya sendiri. Tentu letak perbedaannya ada pada pola 
pikir dan cara pandang. Para sahabat Nabi sangat takut terhadap pertanggungjawaban 
di akhirat. Sekecil apapun persoalan ummat menjadi perhatiannya. Berbeda dengan 
kebanyakan kepemimpinan saat ini dengan prinsip yang penting ada pembagian tugas, 
lalu pandai membuat laporan. Tidak peduli laporan itu fiktif atau bukan. Ditambah
dengan lemahnya kontrol dan pemantauan, maka dimana-mana terjadi penyelewengan. 
 
Mantan Wakil Presiden Adam Malik pernah bertutur, “Semua bias diatur.” Artinya di depan 
umum selalu berbicara tentang supremasi hukum, namun dalam kenyataannya 
berpura-pura. Ini akibat tidak takut kepada Allah. Baginya bukan siksaan di akhirat 
yang mengerikan, tapi  hanya risiko dunia. Orang seperti ini terkadang menantang-nantang
akhirat segala. 
 
Inilah yang dimaksudkan ayat Allah dalam surat  Az -Zumar ayat 45: “ Dan apabila 
nama Allah yang disebut, kesallah orang-orang yang tidak percaya terhadap keberadaan 
akhirat. Tetapi apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, mereka 
tiba-tiba merasa gembira. ” Sungguh dapat kita bayangkan seperti apa nasib negeri kita 
kalau orang-orang yang duduk di puncak kekusaan memiliki orientasi berpikir seperti itu.
Sangat mengerikan. Sungguh tidak keliru bila ummat di zaman kini kembali berkaca kepada 
kesederhanaan sahabat. 
 
Alangkah mulianya pribadi Umar bin Khaththab yang membuat peraturan untuk para 
gubernurnya:  
1. Jangan memiliki kendaraan istimewa 
2. Jangan memakai pakaian tipis (halus dan mahal harganya) 
3. Jangan makan-makan   yang enak-enak  
4. Jangan menutup rumahmu bila orang memerlukanmu.
 
Semua itu dimaksudkan agar para gubernur dapat merasakan apa yang dirasakan 
oleh yang dipimpinnya. Semoga pemimpin di negeri ini dapat merenungi beratnya 
tanggung jawab memegang amanah rakyat. Bila tidak, bias jadi akan diadili oleh 
mahkamah sejarah. Lebih mengerikan lagi tuntutan tanpa pembela di mahkamah 
akhirat nanti.* 
[Manshur Salbu. Diambil dari Rubrik “Hikmah” di Majalah Hidayatullah / www.hidayatullah.com]  
April 26, 2008

DAJJAL MUNCUL DARI INDIA

Filed under: Uncategorized
DAJJAL MUNCUL DARI INDIA

Salah satu tanda akhir zaman yang akhir-akhir ini cukup menyedot perhatian adalah kehadiran seorang bernama Sai Baba, dia lahir dan tinggal di Desa Nilayam Puthaparti, wilayah timur Khurasan, tepatnya India Selatan. Benarkah dia Dajjal sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya? Ada dua hadits yang menyebutkan hal ini; pertama, hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakar as-Shiddiq, ia berkata: Rasulullah saw bersabda kepada kami, Dajjal akan keluar dari bumi ini dibagian timur bernama Khurasan (Jamiu at Tirmidzi). Kedua, sabda Rasulullah saw, Ketahuilah, bahwa dia berada di laut Syam atau laut Yaman. Oh tidak, bahkan ia akan datang dari arah timur. Apa itu dari arah timur… dan Beliau berisyarat dengan tangannya menunjuk ke arah timur (Shahih Muslim).

Hal yang cukup mengejutkan, sudah ribuan muslimin yang terjebak pada fitnah lelaki yang tertuduh sebagai Dajjal ini. Dan sudah lebih dari puluhan juta manusia dari berbagai suku bangsa dan agama yang masuk dalam tipu dayanya. Laki-laki ini bagai medan magnet raksasa yang mampu menyedot perhatian seluruh manusia dari berbagai negara. Mereka datang untuk memohon berkah dan karamah darinya. Dan lebih parah lagi, mereka yang datang menemuinya semakin yakin bahwa tokoh tersebut adalah Tuhan yang dijanjikan muncul di akhir zaman. Dialah Begawan Shri Satya Sai Baba Sang Avatar, seorang lelaki kribo yang tinggal di wilayah timur Khurasan, tepatnya India Selatan. Desa Nilayam Putthaparti. Laki-laki itu memiliki kemampuan menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang lumpuh dan buta, bahkan mampu menurunkan hujan dan mengeluarkan tepung dari tangannya. Ia juga mampu berjalan melintasi belahan bumi dalam sekejap, menciptakan patung emas, merubah besi menjadi emas, dan banyak lagi berbagai fitnah yang ditunjukkan oleh Sai Baba kepada ribuan orang - bahkan - jutaan yang datang dari berbagai suku bangsa dan agama. Maka sudah saatnya bagi setiap muslim untuk mengetahui masalah ini, agar dirinya tidak menjadi korban berikutnya dari fitnah Sai Baba ini.

Beberapa korelasi dan keserupaan antara Sai Baba sang Avatar dan sifat-sifat Dajjal yang disebutkan oleh Rasulullah saw; Dajjal memiliki kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat, dan kecepatannya seperti badai atau secepat awan yang ditiup angin kencang, Sai Baba memiliki kemampuan berjalan menjelajahi bumi dalam perhitungan kejapan mata. Dajjal memiliki banyak pengikut bahkan di akhir zaman nanti banyak manusia yang berangan-angan untuk berjumpa dengan Dajjal, Sai Baba memiliki pengikut yang jumlahnya puluhan juta manusia. Dajjal mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit, Sai Baba memiliki kemampuan menghidupkan orang mati dan menyembuhkan para penderita kanker. Dajjal bisa menurunkan hujan, Sai Baba juga mampu menurunkan hujan dan mendatangkan air untuk penduduk Prasanti Nilayam. Dajjal bisa berpindah raga dan tempat, dari satu bentuk ke bentuk lainnya, Sai Baba bisa berpindah dari satu jasad ke jasad yang lain yang merupakan bentuk reinkarnasi dirinya. Dajjal akan mengaku sebagai Tuhan, Sai Baba mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan penguasa alam semesta. Dajjal datang dan bersama ada gunung roti dan sungai air, Sai Baba memiliki kemampuan mengeluarkan vibhuti (tepung suci) di udara dari tangannya. Dajjal akan muncul dan mengaku sebagai Nabi, Sai Baba mengaku akan menjelma sebagai al-Masih Isa setelah tahun 2020. Dajjal akan muncul lalu mengaku sebagai orang bijak, sehingga banyak sekali orang yang tertarik untuk mengikutinya, Sai Baba mengaku sebagai orang bijak yang membawa misi kebajikan untuk jagat raya. Dajjal pimpinan orang Yahudi, Sai Baba memiliki misi menyebarkan teologi zionis.

Pada akhirnya, kita telah mengetahui betapa besarnya fitnah dan subhat yang ditimbulkan oleh Sai Baba ini. Lalu apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi fitnahnya? Bagaimana jika tuduhan bahwa Sai Baba ini kelak terbukti sebagai Dajjal yang dijanjikan, dan bagaimana jika ia hanya salah satu dari 30 Dajjal pendusta penebar subhat?

Jika benar bahwa Begawan Sai Baba adalah Dajjal yang dimaksud, maka antisipasi yang paling dini adalah hendaknya setiap muslim tidak pernah melupakan doa perlindungan dari fitnah Dajjal, juga membaca sepuluh awal dan sepuluh akhir surat al Kahfi, setidaknya pada setiap malam Jum’at. Selebihnya, jangan sekali-kali berfikir untuk mendatanginya, meski sebatas penasaran dan sekedar ingin tahu, apalagi untuk mencari solusi darinya, na’udzubillah. Sudah banyak kyai dan ulama India yang melakukan hal itu. Mereka datang untuk sekedar ingin tahu atau klarifikasi atas semua isu tersebut. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, tiba-tiba saja mereka takluk dan mengakui kebenaran ajaran yang dibawa oleh Sai Baba. Umat Islam di Nilayam Putthaparti yang dibangunkan masjid oleh Sai Baba-pun tak kuasa untuk tidak mengakui kebenaran dan kebesarannya, bahkan mereka berani memberikan pujian bahwa Sai Baba lah yang membuat keimanan mereka bertambah dan pengetahuan mereka tentang Islam dan Alquran menjadi lebih baik.
April 13, 2008

SK 04 MEMORIES

Filed under: Uncategorized
TEKNIK KOMPUTER (SISTEM KOMPUTER) 04 MEMORIES
DALAM RANGKA KOMPRE FEBRUARY-MARET 2008
WISUDA 12 APRIL 2OO8
 
    SK 04 MEMORIES              Red More ….